Skip to main content

Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka - Fase B

Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka - Fase B

 

Fase B mencakup Kelas III dan IV Sekolah Dasar (SD).

1.      Bahasa Indonesia

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan teks lisan, tulis, dan visual untuk berbagai tujuan; mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis melalui berbagai jenis teks pendek; serta menunjukkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

2.      Matematika

Peserta didik mampu memahami konsep bilangan, operasi hitung dasar, pengukuran, geometri, dan data secara kontekstual; menggunakannya untuk memecahkan masalah sehari-hari dengan cara berpikir logis dan sistematis.

3.      Pendidikan Pancasila

Peserta didik mampu mengenali nilai-nilai Pancasila, menghargai keberagaman, serta menunjukkan perilaku sesuai norma kehidupan bermasyarakat di lingkungan keluarga dan sekolah.

4.      Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Peserta didik mampu mengamati, menanya, dan menyajikan informasi tentang alam dan lingkungan sosial sekitar; serta menunjukkan rasa ingin tahu, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

5.      Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

Peserta didik mampu memahami ajaran pokok agama yang dianut, menunjukkan sikap spiritual, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama serta budi pekerti luhur dalam kehidupan sehari-hari.

6.      Seni dan Budaya

Peserta didik mampu mengekspresikan diri melalui karya seni rupa, musik, tari, dan/atau teater serta menghargai karya seni dan budaya Indonesia.

7.      Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)

Peserta didik mampu melakukan aktivitas jasmani dan olahraga secara sehat dan aman; serta memiliki keterampilan motorik dasar, pemahaman pola hidup sehat, dan nilai-nilai sportivitas.

Comments

Popular posts from this blog

RPP Bahasa Indonesia Kelas 3 SD/MI - Kurikulum Merdeka ganjil

RPP I Bahasa Indonesia - Kelas 3 SD/MI Kurikulum: Merdeka Satuan Pendidikan: SD/MI Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia Kelas/Semester: 3 / Genap Alokasi Waktu: 2 x 35 menit Topik/Modul Ajar: Membaca dan Menanggapi Cerita Anak Tujuan Pembelajaran Siswa dapat membaca cerita anak dengan lancar. Siswa dapat mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur dalam cerita. Siswa dapat mengungkapkan pendapat tentang isi cerita secara lisan dan tertulis. Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan (10 menit) Guru menyapa siswa dan membuka pembelajaran dengan salam dan doa. Apersepsi: Guru menanyakan buku cerita atau dongeng yang pernah dibaca siswa. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Kegiatan Inti (50 menit) Eksplorasi: Guru membacakan satu cerita anak pendek (misalnya: “Kancil dan Buaya”) dengan intonasi yang tepat. Elaborasi: Siswa diminta membaca kembali secara bergiliran. Diskusi bersama: siapa tokoh utama, di mana latar cerita...

Contoh RPP Bahasa Indonesia Bab Penggunaan Tanda Baca Dasar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia Kelas/Semester: 3/1 Materi Pembelajaran: Penggunaan Tanda Baca Dasar A. Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu menempatkan tanda baca titik (.), koma (,), dan tanda tanya (?) dengan benar sesuai dengan struktur kalimat. Siswa mampu memahami makna sebuah kalimat berdasarkan penggunaan tanda baca yang digunakan. B. Materi Pembelajaran: Pengenalan tanda baca titik (.), koma (,), dan tanda tanya (?). Fungsi dan penempatan tanda baca dalam sebuah kalimat. Latihan menempatkan tanda baca dalam kalimat sederhana. C. Langkah-langkah Pembelajaran: 1. Pendahuluan (Awal Pembelajaran) Guru memperkenalkan materi pembelajaran hari ini tentang penggunaan tanda baca dasar. Guru menjelaskan pentingnya penggunaan tanda baca dalam komunikasi yang efektif. 2. Inti Pembelajaran: a. Penjelasan Materi Guru menjelaskan fungsi dari tanda baca titik (.), koma (,), dan tanda tanya (?). Guru memberikan contoh-contoh kalimat yang menggunakan tand...

Makalah KPK dan FPB

MENENTUKAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB)  DENGAN METODE EBIK A. PENDAHULUAN Pendidikan hendaknya mampu membentuk cara berpikir dan berprilaku anak yang positif. Tatanan berpikir yang ingin di bentuk adalah kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis, sehingga dari kemampuan berpikir ini akan mengarahkan setiap orang khususnya siswa untuk berprilaku positif, terarah dan efektif. Matematika sebagai salah satu ilmu pengetahuan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan berpikir setiap orang, oleh karena itu kesadaran untuk mampu mengetahui dan memahami matematika bagi siswa sangat diharapkan sudah bertumbuh sejak usia dini. Membentuk pemahaman yang utuh pada anak dalam pelajaran matematika diperlukan kecintaan terlebih dahulu terhadap matematika, oleh karena itu seorang pendidik hendaknya mampu menciptakan “Fun Learning” di dalam kelas. Fun learning pada matematika dapat tercipta apabila seorang guru mampu mengaj...